Divine Wisdom

14 03 2009

randsyeh kami berkata, “Allah menyukai hamba-hambaNya yang patuh, tidak bebal dan berwatak keras. Dia tidak pernah menyukai hamba-hambaNya menjadi keras kepala.

“Ini karena watak Setan termasuk watak keras yang pertama,” kata Syeh Nazim, “dan, siapa saja yang berada di jalan Setan akan menjadi Setan juga!
“Grandsyeh kita juga mengatakan bahwa tanda seorang yang tidak berwatak keras yaitu bahwa dia menyimak dengan sikap hormat terhadap setiap orang. Jelas? Ketika seorang menghormat orang lain, dan menyimak mereka, terlepas apakah mereka muda, tua, atau apa saja, Allah yang Maha Kuasa menjanjikan akan memberikan kepada hamba tersebut pengetahuan, hikmah, dari ucapan orang. Inilah kerendahan hati – menjadi lembut. Mengerti? Kamu bisa mendapatkan, dari kata-kata mereka yang kamu dengarkan dengan sikap hormat, sesuatu yang bermanfaat bagimu. Ini pahala karena bersikap lembut. Inilah adab yang baik, dan juga satu sifat yang amat tinggi. Kita harus menyimak, karena sebagaimana Hadits menyampaikan: ‘Kamu bisa mengambil hikmah, bahkan dari anak-anak kecil, dan mereka yang kamu anggap gila!” Pengetahuan Ilahiah: menghormati semua dan mendengarkan semua. Kamu akan ‘ribhan’ memperoleh manfaat. Bagus? Siapa yang keberatan dengan hal ini? Tak seorangpun keberatan.
Satu pertanyaan: “Syen Nazim, anda pernah mengatakan bahwa jika anda pergi bersama orang-orang berwatak buruk, anda akan membawa beberapa sifat buruk itu bersama anda. Sama halnya, jika anda bersama orang-orang berwatak baik, anda akan mengambil beberapa dari sifat baik tersebut.

“Betul.” tegas Maulana.

“Jadi, jika itu benar, bukankah berbahaya mendengarkan orang?”

Sang Syeh berbicara, “Menyimak berarti bahwa kamu boleh mendengarkan kata-katanya saja. Saya tidak menganjurkan bahwa dengan menyimak, kamu harus ikut! Maksud saya mengatakan bahwa dengan menyimak kamu bisa mengambil pelajaran dari kata-katanya. Bahkan bila seorang berbicara kata-kata yang buruk, kamu bisa mengambil sesuatu. Kamu bisa melihat betapa buruknya berbicara perkataan yang kotor. Kamu bisa belajar untuk tidak berkata-kata  kotor dengan menyimak orang-orang yang mengucapkannya.

“Ini membuat saya agak takut,” jawab seorang murid, “karena kadang-kadang anda menyimak orang berbicara, dan mereka langsung menjebak anda masuk.”

Nasihat yang lain, “Kamu harus mengamati. Kamu harus menjadi pengamat yang baik.”

Murid pertama melanjutkan, “Mereka sangat menggoda dengan ucapan mereka, dan, saat anda menyimak, anda mendapatkan diri anda mulai mengikuti mereka. Anda tidak menginginkannya, tapi anda tidak memerhatikan, saya rasa…”

Syeh Nazim menjawab, “Jangan takut akan hal itu. Kamu harus menyimak dengan tujuan mengambil sesuatu yang bermanfaat dari kata-katanya. Jika kamu bisa mendapatkannya, itulah keuntunganmu. Jangan menolak ucapan seseorang. Bila kamu mendengarkan dengan sikap hormat, Allah yang Maha Kuasa akan memberikanmu pengetahuan dari ucapan orang itu.

“Maulana, ada sebuah ayat, saya tidak ingat dengan pasti, tapi dikatakan bahwa jika orang duduk dan berbicara buruk tentang Islam, anda harus pergi. Anda hanya boleh kembali saat mereka mengganti topik pembicaraan.”

“Betul,” jawab Syeh, “kamu belajar dari kata-kata buruk mereka bagaimana orang membuat diri mereka sendiri tidak terhormat dan kotor. Kamu harus melihatnya, dan kemudian pergi. Kamu akan mendapatkan keuntungan.

“Sebaliknya,” Syeh Nazim melanjutkan, “ketika suatu kelompok orang sedang duduk demi Allah dan RasulNya (saw), tangan Tuhan kita meliputi orang-orang itu, melindungi mereka. Ini diajarkan kepada kita oleh Rasulullah (saw). Kita, contohnya, sedang duduk di sini dalam pertemuan yang seperti itu. Di sini, di sekeliling kita tangan Allah yang Maha Kuasa melindungi kita. Kita sedang duduk di bawah perlindunganNya. Oleh karena itu, Grandsyeh kita berkata, “Jika ada bahaya, atau peristiwa berbahaya terjadi, maka cepatlah duduk di suatu tempat dalam satu kelompok dan melakukan doa, zikir, shalat, atau membaca Qur’an. Kelompok itu akan berada di bawah perlindungan ilahiah.

“Selama perang akan ada peristiwa-peristiwa besar, peristiwa mengerikan, dan keadaan yang amat sulit. Pasti ada dua atau tiga (atau lebih) berkumpul sebagai kelompok melakukan shalat. Maka, tak ada rasa takut bagimu; tak ada bahaya datang kepadamu.”

Seorang murid bertanya, “Apakah harus berada dalam satu kelompok? Tidak bisa hanya satu orang?”

“Sudah dijanjikan untuk satu kelompok,” ucap Syeh. “Untuk dua, atau lebih; jika mereka sedang duduk (untuk kepentingan Allah), akan ada perlindungan tersendiri. Ini sangat penting. Jika pertemuan itu demi kepentingan Allah dan RasulNya (saw), akan ada perlindungan.

“Grandsyeh kita juga mengatakan bahwa, ‘Saat satu kelompok sedang duduk demi kepentingan Allah dan Muhammad (saw), maka Allah yang Maha Kuasa akan memberikan mereka sesuatu – satu pengetahuan Ilahiah yang muncul dalam pertemuan tersebut, satu yang mana semuanya bisa mendapatkan manfaat. Akan ada inayah – pertolongan Ilahiah dan penjagaan bagi mereka.

Pertemuan ini akan menjadi pertemuan suci, dan Allah akan mengirimkan mereka pertolongan IlahiahNya, dan rahmat, dan perlindungan, dan juga pengetahuan Ilahiah. Ia akan muncul dalam pertemuan itu untuk menuntun mereka dari semua tempat-tempat berbahaya dan membawa mereka menuju Kehadirat Ilahiah. Ia akan menjadi perlindungan dari bahaya kehidupan, dan bahaya pada Hari Kebangkitan juga. Begitu banyak kelompok yang akan duduk demi kepentingan Allah dan RasulNya (saw); mereka mungkin berada di bawah perlindungan Ilahiah, di sini dan sesudahnya. Hanya orang-orang yang berwatak keras tidak bisa mendapatkan manfaat tersebut. Oleh karena itu, kalian harus berusaha membuat pertemuan secara berkala, untuk acara apapun.”

Seorang murid berkomentar, “Tapi tidak secara umum!”

Maulana keberatan, “Kenapa tidak secara umum? Kamu bisa melakukannya di mana saja. Jika orang datang untuk mendengarkanmu, dia tidak dilarang!”

“Saya ingat, suatu kali, anda membacakan silsilah di bandara London,” ucap seorang murid, “seorang dalam keramaian mendengarnya dan langsung datang – whoosh!”

Syeh Nazim tersenyum, “Ya! kamu boleh duduk di mana saja. Jika kamu berada di tempat umum, dan orang tertarik datang, jangan jauhi mereka! ‘selamat datang, selamat datang!’ Mengerti? Ini penting, karena, dalam pertemuan, ego kita datang dalam bentuk persahabatan. Pada awalnya, ego kita bersifat liar; dia tidak pernah suka bersama yang lain. Tapi pertemuan menjinakkan hewan yang liar; sifat liar pergi dan menjadi jinak. Ada rahmat yang datang. Ini akan menjadi daya tarik; mereka akan datang; bahkan satu boleh datang. Tiga kemudian menjadi lebih berdaya dibanding dua, betul!”


Aksi

Information

One response

14 03 2009
Joddie

Wah.. terimakasih buat artikel ini.. sangat segar dan ada kedamaian dibaliknya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: